MEMPERSIAPKAN PERKAWINAN YANG SUKSES




MEMBANGUN perkawinan yang sukses menuntut persiapan yang saksama, bagaikan membangun sebuah bangunan. Sebelum fondasi diletakkan, tanah harus diperoleh dan denah harus digambar. Akan tetapi, ada hal lain yang sangat penting. Yesus mengatakan, ”Siapa di antara kamu yang mau membangun sebuah menara tidak duduk dahulu dan menghitung biaya, untuk melihat jika ia mempunyai cukup untuk menyelesaikannya?”—Lukas 14:28.
 Apa yang penting dalam membangun sebuah bangunan juga berlaku dalam membangun perkawinan yang sukses. Banyak yang mengatakan, ”Saya ingin menikah.” Tetapi berapa banyak yang berhenti sejenak untuk mempertimbangkan "biayanya"? Meskipun banyak hal-hal yang baik tentang perkawinan, perlu kita perhatikan kepada tantangan-tantangan yang dihadirkan oleh perkawinan. Karena itu, mereka yang mempertimbangkan untuk menikah perlu memiliki pandangan yang realistis tentang berkat maupun risiko dari hidup berumah tangga.
 Informasi berikut ini membantu Anda yang ingin menikah untuk memutuskan (1) Bagaimana seseorang dapat menentukan apakah ia telah siap menikah? (2) Apa yang hendaknya dicari dalam diri seorang teman hidup? dan (3) Bagaimana masa berpacaran dapat dijaga tetap terhormat?

MELIHAT DI BALIK HARI PERNIKAHAN
 Selama bulan-bulan terakhir sebelum pernikahan, Anda berdua pasti akan sangat sibuk mengatur hari pernikahan. Anda dapat mengurangi banyak ketegangan dengan bersikap bersahaja. Pesta pernikahan yang berlebihan mungkin menyenangkan bagi sanak saudara dan masyarakat, tetapi ini dapat membuat sang pengantin baru dan keluarga mereka kelelahan secara fisik dan terkuras secara keuangan. Masuk akal jika ingin mengikuti beberapa kebiasaan atau tradisi setempat, tetapi sekadar ikut-ikutan dapat mengaburkan makna peristiwa itu sendiri dan dapat merampas sukacita yang seharusnya Anda alami. Meskipun perasaan orang lain juga harus dipertimbangkan, mempelai pria adalah yang terutama bertanggung jawab untuk menentukan apa yang akan berlangsung selama pesta pernikahan. Ini adalah awal dari rencana mempersiapkan perkawinan yang sukses.


Ingatlah bahwa hari pernikahan Anda hanya berlangsung satu hari, tetapi perkawinan Anda berlangsung seumur hidup. Jangan terlalu memusatkan perhatian kepada hari pernikahan. Sebaliknya, berpalinglah kepada Allah untuk mendapatkan bimbingan, dan buatlah perencanaan di awal untuk kehidupan berumah tangga. Dengan demikian Anda telah mempersiapkan dengan baik perkawinan yang sukses, bukan hanya resepsi pernikahannya tetapi juga kehidupan rumah tangganya.

0

APAKAH ANDA SUDAH SIAP MENIKAH?

Serial Mempersiapkan Perkawinan Yang Sukses




Membangun sebuah gedung bisa jadi mahal biayanya, tetapi mengurus pemeliharaan jangka panjangnya juga tidak murah. Serupa halnya dengan perkawinan. Memasuki perkawinan tampaknya cukup menantang; akan tetapi, memelihara hubungan perkawinan dari tahun ke tahun juga harus dipertimbangkan. Apa yang tercakup dalam memelihara hubungan demikian? Suatu faktor yang sangat penting adalah - komitmen yang sepenuh hati. Beginilah Alkitab melukiskan hubungan perkawinan: ”Seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” (Kejadian 2:24) Jika anda belum siap membuat komitmen yang serius ini, maka anda belum siap menikah.—Ulangan 23:21; Pengkhotbah 5:4, 5.
 Gagasan tentang komitmen yang serius ini menakutkan banyak orang. ”Menyadari bahwa kami berdua terikat seumur hidup membuat saya merasa dibatasi, terkurung, sepenuhnya dipenjara,” demikian pengakuan seorang pemuda. Tetapi jika Anda benar-benar mencintai orang yang ingin anda nikahi, komitmen tidak akan tampak seperti beban. Sebaliknya, itu akan dipandang sebagai suatu sumber keamanan. Makna dari komitmen yang tercakup dalam perkawinan akan membuat suatu pasangan ingin terus tinggal bersama melalui masa susah dan senang dan saling mendukung apa pun yang terjadi.
 Hidup selaras dengan komitmen seperti itu membutuhkan kedewasaan. Karena itu, dinasihatkan bahwa lebih baik tidak menikah sampai kedua belah pihak sudah ”melewati mekarnya masa remaja”, periode ketika perasaan-perasaan seksual mendominasi dan dapat menyimpangkan penilaian seseorang. Kaum muda berubah dengan sangat cepat seraya mereka bertambah dewasa. Banyak yang menikah pada usia yang sangat muda mendapati bahwa dalam waktu beberapa tahun saja kebutuhan dan keinginan mereka, dan juga dari teman hidup mereka, telah berubah. Statistik menyingkapkan bahwa remaja yang menikah jauh lebih besar kemungkinannya untuk tidak bahagia dan mengupayakan perceraian dibandingkan mereka yang menunggu sampai lebih dewasa. Jadi jangan terburu-buru menikah. Beberapa tahun yang dilewatkan dengan hidup sebagai seorang dewasa yang masih muda dan lajang dapat memberi Anda pengalaman berharga yang akan membuat anda matang dan lebih memenuhi syarat untuk menjadi teman hidup yang cocok. Menunda pernikahan juga dapat membantu Anda lebih memahami diri sendiri—sesuatu yang diperlukan jika Anda ingin membina hubungan yang sukses dalam perkawinan Anda.

Kenali diri Anda terlebih dahulu
      Apakah mudah bagi Anda untuk membuat daftar sifat-sifat yang Anda inginkan dari seorang teman hidup? Bagi kebanyakan orang adalah hal yang mudah. Tetapi, bagaimana dengan sifat-sifat Anda sendiri? Sifat-sifat apa yang Anda miliki yang akan membantu Anda menyumbang kepada perkawinan yang sukses? Anda akan menjadi suami-istri yang bagaimana? Sebagai contoh, apakah Anda mudah mengakui kesalahan dan menerima saran, atau apakah Anda selalu membela diri apabila dikoreksi?, atau apakah Anda selalu membela diri apabila dikoreksi? Apakah Anda biasanya ceria dan optimis, atau apakah Anda cenderung murung, dan sering mengeluh?  Ingatlah, perkawinan tidak akan mengubah kepribadian Anda. Apabila Anda seorang yang sombong, terlalu sensitif, atau terlalu pesimis semasa lajang, Anda juga akan seperti itu apabila menikah. Karena sulit untuk melihat diri sendiri sebagaimana orang lain melihat kita, mengapa tidak meminta orang-tua atau seorang sahabat yang dipercaya untuk memberikan komentar yang terus terang dan saran-saran? Jika Anda mengetahui perubahan-perubahan yang dapat dibuat, upayakanlah hal-hal ini sebelum mengambil langkah untuk menikah.
 Sebagai contoh, jika Anda seorang wanita, belajarlah untuk lebih menaruh perhatian kepada ”pribadi tersembunyi yang ada dalam hati” daripada penampilan fisik Anda. Kesahajaan dan pikiran yang sehat akan membantu Anda memperoleh hikmat, ”inner beauty” yang sejati.  Jika Anda seorang pria, belajarlah untuk memperlakukan wanita dengan cara yang ramah dan penuh respek. Seraya belajar membuat keputusan dan memikul tanggung jawab, belajarlah juga untuk bersahaja dan rendah hati. Sikap suka menguasai akan menimbulkan masalah dalam perkawinan.
 Walaupun mengubah pikiran dalam bidang-bidang ini tidak mudah, itu adalah sesuatu yang harus diupayakan. Dan itu akan membantu Anda menjadi teman hidup yang lebih baik.




0

APA YANG DICARI DALAM DIRI TEMAN HIDUP

Serial Mempersiapkan Perkawinan Yang Sukses



 Apakah merupakan kebiasaan di tempat Anda tinggal bahwa seseorang memilih sendiri suami atau istrinya? Jika demikian, apa yang hendaknya Anda lakukan selanjutnya jika saudara tertarik kepada seseorang dari lawan jenis? Pertama-tama, bertanyalah kepada diri sendiri, ’Apakah saya benar-benar berniat untuk menikah?’ Adalah kejam untuk mempermainkan emosi orang lain dengan membangkitkan harapan-harapan palsu. Kemudian, bertanyalah kepada diri sendiri, ’Apakah saya sudah sanggup menikah?’ Jika jawaban dari kedua pertanyaan itu adalah ya, langkah yang Anda ambil selanjutnya akan berbeda-beda, bergantung pada kebiasaan setempat. Di beberapa negeri, setelah mengamati seseorang untuk beberapa waktu, Anda dapat mendekatinya dan menyatakan keinginan untuk lebih mengenal dia. Apabila tanggapannya negatif, jangan memaksa sampai akhirnya menimbulkan perasaan tidak senang. Ingatlah, orang lain juga berhak untuk membuat keputusan mengenai hal ini. Akan tetapi, apabila tanggapannya positif, Anda dapat mengatur untuk menggunakan waktu bersama-sama melakukan kegiatan yang sehat. Ini akan memberi Anda kesempatan untuk melihat apakah menikah dengan orang ini merupakan hal yang bijaksana. Apa yang hendaknya Anda perhatikan pada tahap ini?
 Untuk menjawab pertanyaan itu, bayangkan dua alat musik, mungkin piano dan gitar. Jika alat-alat ini disetem dengan benar, masing-masing dapat menghasilkan musik tunggal yang indah. Namun, apa yang terjadi jika alat-alat ini dimainkan bersama-sama? Kini mereka harus disetem supaya bersesuaian satu dengan yang lain. Halnya serupa dengan Anda dan calon teman hidup Anda. Masing-masing di antara Anda mungkin telah bekerja keras untuk ”menyetem” sifat-sifat kepribadian. Tetapi pertanyaannya sekarang adalah: Apakah Anda bersesuaian satu dengan yang lain? Dengan kata lain, apakah Anda memiliki kecocokan?
                                                  
Kepercayaan dan Prinsip Yang Sama
Penting agar saudara berdua memiliki kepercayaan dan prinsip yang sama. Menikah dengan seseorang yang tidak memiliki iman yang sama kepada Allah lebih besar kemungkinannya untuk mengalami ketidakharmonisan yang parah. Sebaliknya, bersama-sama seiman adalah dasar yang paling kuat untuk persatuan.
Yehuwa ingin Anda berbahagia dan menikmati ikatan paling erat yang mungkin, dengan orang yang Anda nikahi. Ia ingin saudara terikat kepada-Nya. Meskipun beribadat kepada Allah dalam iman yang sama adalah aspek yang paling penting dari persatuan, ada lagi yang tercakup. Agar ada persesuaian satu dengan yang lain, Anda dan calon teman hidup Anda harus memiliki tujuan-tujuan yang serupa. Apa yang menjadi tujuan-tujuan Anda? Sebagai contoh, bagaimana perasaan Anda berdua tentang mempunyai anak? Hal-hal apa saja yang mendapat tempat pertama dalam kehidupan Anda?  Dalam perkawinan yang benar-benar sukses, pasangan tersebut saling bersahabat dan menikmati kebersamaan mereka. Untuk hal ini, mereka perlu mempunyai minat yang sama. Akan sulit untuk memelihara persahabatan yang erat—terlebih lagi perkawinan—jika mereka kurang memiliki minat yang sama. Namun, apabila calon teman hidup Anda menyukai suatu kegiatan khusus, misalnya naik gunung, dan Anda tidak menyukainya, apakah itu berarti Anda berdua jangan menikah? Bukan begitu. Mungkin Anda mempunyai minat yang sama dalam hal lain, yang lebih penting. Lagi pula, Anda dapat memberikan kebahagiaan kepada calon teman hidup Anda dengan bersama-sama melakukan kegiatan yang sehat karena dia menyukainya.
 Sesungguhnya, sampai kepada tingkat yang tinggi, kecocokan ditentukan oleh seberapa baik Anda berdua dapat menyesuaikan diri sebaliknya daripada seberapa mirip Anda berdua. Sebaliknya daripada bertanya, ”Apakah kami bersepakat akan segala sesuatu?” pertanyaan yang lebih baik mungkin adalah: ”Apa yang terjadi jika kami tidak bersepakat? Dapatkah kami membahas persoalan-persoalan secara tenang, dengan saling memperlihatkan respek dan martabat? Atau apakah pembicaraan sering kali memburuk hingga menjadi pertengkaran yang sengit?”  Jika Anda ingin menikah, berhati-hatilah terhadap orang yang sombong dan tidak mau mengalah, tidak pernah bersedia berkompromi, atau yang terus-menerus menuntut dan bersiasat agar keinginannya diikuti.

Cari tahu sebelumnya
Dikatakan, mereka yang dipercayakan dengan tanggung jawab harus ”mula-mula diuji kelayakannya”.  Anda juga dapat menggunakan prinsip ini. Sebagai contoh, seorang wanita dapat bertanya, ”Reputasi macam apa yang dimiliki oleh pria ini? Siapa sahabat-sahabatnya? Apakah ia mempertunjukkan pengendalian diri? Bagaimana ia memperlakukan orang yang lanjut usia? Bagaimana latar belakang keluarganya? Bagaimana ia dan keluarganya memperlakukan satu sama lain? Bagaimana sikapnya terhadap uang? Apakah ia menyalahgunakan minuman beralkohol? Apakah ia mudah marah, bahkan menggunakan kekerasan? Tanggung jawab atau pekerjaan apa yang ia miliki, dan bagaimana ia menjalankannya? Apakah saya dapat menaruh respek yang dalam kepadanya?”—
Di lain pihak, seorang pria dapat bertanya, ”Apakah wanita ini mempertunjukkan kasih dan respek kepada Allah? Apakah ia cakap mengurus rumah tangga? Apa yang diharapkan oleh keluarganya dari kami? Apakah ia bijak, rajin, hemat? Apa yang sering ia bicarakan? Apakah ia menaruh perhatian yang tulus terhadap kesejahteraan orang lain, atau apakah ia egosentris, suka mencampuri urusan orang lain? Apakah ia dapat dipercaya? Apakah ia rela tunduk kepada kekepalaan, atau apakah ia keras kepala, bahkan mungkin suka memberontak?”.
Jangan lupa bahwa saudara berurusan dengan seorang keturunan Adam yang tidak sempurna, bukan tokoh yang dibuat ideal dalam sebuah novel roman. Setiap orang memiliki kelemahan, dan beberapa dari antaranya kelak harus diabaikan—kelemahan Anda maupun calon teman hidup Anda. Selanjutnya, suatu kelemahan yang terlihat dapat memberikan kesempatan untuk diperbaiki. Sebagai contoh, misalnya Anda bertengkar pada masa berpacaran. Pikirkanlah: Bahkan orang-orang yang mengasihi dan merespek satu sama lain kadang-kadang tidak bersepakat. Mungkinkah yang Anda berdua butuhkan hanyalah sedikit lebih ”mengendalikan diri” dan belajar caranya menyelesaikan masalah dengan lebih suka damai? Apakah calon teman hidup saudara memperlihatkan keinginan untuk memperbaiki diri? Bagaimana Anda sendiri? Dapatkah Anda belajar untuk tidak terlalu sensitif, tidak terlalu mudah tersinggung? Belajar menyelesaikan problem dapat membubuh pola untuk berkomunikasi dengan jujur yang adalah penting jika Anda berdua akhirnya menikah.


Namun, bagaimana jika Anda memperhatikan hal-hal yang sangat mengganggu pikiran? Keraguan demikian harus dipertimbangkan dengan saksama. Seberapa romantisnya perasaan Anda atau seberapa besar keinginan Anda untuk menikah, jangan menutup mata terhadap kesalahan-kesalahan yang serius.  Jika Anda memiliki hubungan dengan seseorang yang terhadapnya Anda memiliki keberatan khusus, adalah bijaksana untuk tidak meneruskan hubungan dan tidak membuat komitmen yang abadi dengan orang tersebut.
0

JAGALAH MASA BERPACARAN TETAP TERHORMAT

Serial Mempersiapkan Perkawinan Yang Sukses




 Bagaimana Anda dapat menjaga masa berpacaran tetap terhormat? Pertama-tama, pastikan bahwa tingkah laku moral Anda tidak tercela. Di tempat Anda tinggal, apakah berpegangan tangan, berciuman, atau berpelukan dianggap perilaku yang patut bagi pasangan yang belum menikah? Sekalipun pernyataan-pernyataan kasih sayang demikian bukanlah hal yang tidak disetujui, ini hanya diperbolehkan pada waktu hubungan telah mencapai tahap ketika pernikahan sudah direncanakan dengan pasti. Berhati-hatilah agar pertunjukan kasih sayang itu tidak meningkat menjadi tingkah laku yang tidak bersih atau bahkan percabulan.  Karena hati itu licik, Anda berdua bertindak bijaksana dengan tidak berduaan saja di sebuah rumah, apartemen, mobil yang diparkir, atau di mana pun yang akan memberikan kesempatan bagi tingkah laku yang salah.  Menjaga masa berpacaran Anda tetap bersih secara moral memberikan bukti yang jelas bahwa Anda memiliki pengendalian diri dan bahwa Anda menaruh perhatian yang tidak mementingkan diri terhadap kesejahteraan orang lain di atas keinginan Anda sendiri. Yang paling penting, masa berpacaran yang bersih akan menyenangkan Allah Yehuwa, yang memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk menjauhkan diri dari kenajisan dan percabulan.—Galatia 5:19-21.

 Kedua, masa berpacaran yang terhormat juga mencakup komunikasi yang jujur. Seraya masa berpacaran saudara maju ke arah pernikahan, persoalan-persoalan tertentu perlu dibahas secara terbuka. Di mana Anda akan tinggal? Apakah Anda berdua akan bekerja? Apakah Anda ingin memiliki anak-anak? Selain itu, sudah selayaknya untuk menyingkapkan hal-hal, mungkin yang terjadi di masa lampau, yang dapat mempengaruhi perkawinan. Ini dapat termasuk utang-utang yang besar atau tanggungan atau masalah kesehatan, seperti penyakit atau kondisi serius apa pun yang mungkin Anda miliki. Karena banyak orang yang terjangkit HIV (virus yang menyebabkan AIDS) tidak memperlihatkan gejala-gejala langsung, tidaklah salah jika seseorang atau orang-tua yang penuh perhatian meminta tes darah untuk AIDS dari seseorang yang dahulu terlibat dalam promiskuitas seksual atau menggunakan obat bius melalui pembuluh darah. Jika tes tersebut ternyata positif, orang yang memiliki penyakit itu tidak boleh menekan kekasihnya untuk meneruskan hubungan apabila dia ingin memutuskannya. Sesungguhnya, siapa pun yang pernah terlibat dalam gaya hidup yang berisiko tinggi sebaiknya dengan rela mengadakan tes darah untuk AIDS sebelum mulai berpacaran.
0

PERANAN, PERASAAN DAN PIKIRAN



Ketika Anda menikah, Anda mungkin membayangkan bahwa semuanya akan sempurna. Tapi kenyataannya, suami istri yang sangat mencintai satu sama lain pun akan menghadapi masalah. Dalam bacaan ini, Anda akan menemukan prinsip-prinsip yang bisa membuat perkawinan dan keluarga Anda bahagia, jika Anda menerapkannya.

 TERIMALAH PERANAN DALAM PERKAWINAN
Suami adalah kepala keluarga. Jika Anda seorang suami, Anda harus berlaku lembut terhadap istri Anda. ALLAH Pencipta kehidupan menetapkan istri sebagai pelengkap Anda, dan Ia ingin agar Anda memperlakukannya dengan terhormat dan menyayanginya. Anda harus sangat mengasihi dia sehingga Anda rela mendahulukan kepentingannya di atas kepentingan Anda sendiri..
Jika Anda seorang istri, ALLAH ingin agar Anda menghormati suami Anda dan membantunya menjalankan peranannya sebagai suami. Dukunglah keputusannya dan bekerjasamalah dengan sepenuh hati. Jika Anda melakukan ini, Anda akan benar-benar cantik di mata suami dan ALLAH.
YANG BISA ANDA LAKUKAN:
·         Bertanyalah kepada teman hidup Anda bagaimana Anda bisa menjadi suami atau istri yang lebih baik. Dengarkan baik-baik dan berupayalah dengan sungguh-sungguh untuk berubah.
·         Bersabarlah. Butuh waktu bagi kalian berdua untuk belajar caranya membahagiakan satu sama lain.

PERHATIKAN PERASAAN TEMAN HIDUP ANDA
Anda perlu memperhatikan kepentingan teman hidup Anda.Bertimbangrasalah kepadanya karena dia adalah orang yang paling berharga bagi Anda. Ingatlah selalu bahwa ALLAH meminta supaya hamba-hamba-Nya berlaku ”lembut terhadap semua orang”.Ada orang yang berbicara tanpa dipikir. Kata-katanya tajam bagaikan tikaman-tikaman pedang,menyakitkan bagi yang mendengarnya.  Tetapi kata-kata yang lembut bisa menyejukkan hati yang mendengarnya, bahkan kata-kata yang lembut dari orang yang bijak adalah penyembuhan. Jadi, pilihlah kata-kata Anda dengan hati-hati. danberbicarlah dengan sopan dan penuh kasih sayang..
YANG BISA ANDA LAKUKAN:
·         Selain saling bertukar cerita atau pendapat, ungkapkan juga perasaan kalian
·         Pikirkan dulu baik-baik apa yang akan Anda katakan dan cara menyampaikannya

BERPIKIRLAH SEBAGAI SATU TIM
Ketika menikah, Anda dan teman hidup Anda telah menjadi ”satu daging”.Tetapi, kalian tetap dua pribadi yang berbeda dan mungkin punya pendapat yang berbeda. Jadi, kalian perlu belajar untuk menjadi sepikiran dan seperasaan. Hal ini penting saat membuat keputusan.
YANG BISA ANDA LAKUKAN:
·         Berdoalah meminta bantuan supaya Anda bisa tenang dan berpikiran terbuka sebelum membahas masalah yang serius dengan teman hidup
     ·          Sebelum membuat komitmen apa pun, diskusikan dulu dengan teman hidup


4 BERSIKAPLAH MASUK AKAL DAN OPTIMIS
Janganlah mengharapkan kesempurnaan dari diri sendiri ataupun dari teman hidup Anda. Berfokuslah pada hal-hal baik dalam diri teman hidup Anda. Seiring berlalunya waktu, ikatan perkawinan kalian akan semakin kuat..

RENUNGKANLAH . . .
·         Bisakah teman hidup saya merasakan bahwa saya lebih mengutamakan dia daripada saya sendiri?
·         Apa yang telah saya lakukan hari ini untuk menunjukkan bahwa saya menyayangi dan menghormati teman hidup saya?


0

MILIKI PANDANGAN YANG POSITIF TERHADAP PASANGAN

Kita perlu menganggap teman hidup lebih penting daripada diri sendiri dan orang lain.”—C. P., telah menikah selama 19 tahun.


DENGARKAN DENGAN PENUH PERHATIAN.
”Pertengkaran bisa dihindari jika kita tidak menjawab dengan kasar. Kita perlu mendengar tanpa berpikiran buruk. Hargailah pendapat pasangan Anda, sekalipun Anda tidak setuju.”—P. P., telah menikah selama 20 tahun.
BIASAKAN BERSABAR DAN BERSIKAP LEMBUT.
”Pertengkaran pasti terjadi, tapi hasil akhirnya bergantung sikap kita. Kita harus benar-benar sabar dan masalah pasti bisa selesai.”—G. A., telah menikah selama 27 tahun.
JANGAN BERKATA ATAU BERTINDAK KASAR.
”Saya kagum dengan sikap suami saya. Dia selalu bisa mengendalikan diri dan tidak pernah meneriaki atau menghina saya.”—B. D., telah menikah selama 20 tahun.
SEGERA SELESAIKAN MASALAH DAN JANGAN RAGU UNTUK MEMAAFKAN.
”Jika sedang stres, Anda bisa dengan mudah ­mengatakan atau melakukan sesuatu yang menyakiti pasangan. Jika ini terjadi, kita harus saling memaafkan. Perkawinan bisa bahagia jika kita sering memaafkan.”—A. B., telah menikah selama 34 tahun.
BIASAKAN MEMBERI TANPA MENUNTUT.
”Suami saya tahu caranya membuat saya bahagia dan dia suka memberi kejutan. Saya jadi berpikir, ’Bagaimana saya bisa buat dia senang?’ Hasilnya, kami berdua bahagia sampai sekarang.”—H. K., telah menikah selama 44 tahun.
TERUSLAH MEMBANGUN PERDAMAIAN DALAM KELUARGA
     Anggota keluarga yang diwawancarai ini hanyalah sedikit dari jutaan orang di seluruh dunia yang telah merasakan bantuan Alkitab untutk membangun keluarga yang damai. Walaupun beberapa anggota keluarga mereka mungkin tidak mengupayakan perdamaian, mereka tahu bahwa usaha mereka untuk berdamai tidak sia-sia. Alkitab berjanji, ”Orang-orang yang menasihatkan damai memiliki sukacita.”—Amsal 12:20



2

CARANYA MENJADI PENDENGAR YANG BAIK


TANTANGANNYA




”Kamu enggak pernah dengerin aku!” kata teman hidup Anda. ’Lho? Aku dengerin kok,’ pikir Anda. Rupanya, apa yang ingin dia sampaikan berbeda dengan maksud yang Anda tangkap. Akibatnya, kalian pun bertengkar.
Kalian bisa menghindari masalah semacam ini. Pertama-tama, coba perhatikan apa saja yang bisa membuat Anda tidak menangkap maksud kata-kata teman hidup Anda, padahal Anda merasa sudah mendengarkan.
MENGAPA ITU TERJADI
Anda tidak konsentrasi atau sedang capek. Mungkin, anak-anak Anda sedang berteriak-teriak, suara TV terlalu kencang, dan Anda sedang pusing memikirkan masalah di kantor. Lalu teman hidup Anda memberi tahu bahwa nanti malam akan ada tamu yang datang. Anda mungkin langsung berkata ”Oke”. Tapi dalam situasi seperti itu, apakah Anda benar-benar memperhatikan apa yang dia katakan? Kemungkinan tidak.
Anda salah paham. Anda kira ada maksud terselubung di balik kata-kata teman hidup Anda, padahal dia sama sekali tidak bermaksud begitu. Contohnya, dia mungkin mengatakan, ”Minggu ini kamu sering lembur, ya.” Karena Anda pikir dia mau menyindir, Anda pun kesal, ”Memangnya kamu pikir kenapa aku lembur? Karena kamu belanjanya boros!” Dia pun membalas, ”Eh, maksudku bukan itu! Kenapa kamu malah marah?” Padahal awalnya dia hanya mau mengajak Anda bersantai bersama di akhir pekan.
Anda ingin cepat-cepat memperbaiki masalahnya. ”Kadang saya hanya mau curhat,” kata Lina, * ”tapi Doni itu selalu mau kasih jalan keluar. Bukan itu yang saya mau. Saya cuma mau dia mengerti perasaan saya.” Apa akar masalahnya? Doni sibuk memikirkan jalan keluar untuk Lina. Akibatnya, dia bisa jadi tidak benar-benar mendengarkan istrinya.
Ya, penyebabnya memang bisa macam-macam. Sekarang, bagaimana caranya agar Anda bisa menjadi pendengar yang baik?
YANG BISA ANDA LAKUKAN
Dengarkan sungguh-sungguh. Saat teman hidup Anda ingin menyampaikan suatu hal penting, apakah Anda bisa berkonsentrasimendengarkan dia? Jika tidak, misalnya karena Anda sedang sibuk dengan hal lain, jangan pura-pura mendengarkan. Jika mungkin, tinggalkan dulu kegiatan lain agar Anda bisa benar-benar mendengarkan dia, atau mungkin Anda bisa meminta dia menundanya sampai Anda siap.
Beri dia kesempatan untuk bicara. Saat dia sedang bicara, upayakanlah untuk tidak menyela atau membantah. Kalau dia sudah selesai, barulah giliran Anda yang bicara. Sekarang, dengarkan saja dulu.
Ajukan pertanyaan. Dengan bertanya, Anda akan lebih paham apa maksud teman hidup Anda. Lina, yang disebutkan di atas, mengatakan, ”Saya senang kalau Doni mau bertanya, karena itu berarti dia berminat sama cerita saya.”
Berupayalah memahami makna di balik kata-katanya. Perhatikan cara dia bercerita, sorot matanya, dan nada suaranya. Meski dia berkata ”Ya sudah”, itu tidak selalu berarti dia setuju. Itu sangat bergantung pada cara dia mengatakannya. Dia mungkin bertanya, ”Kenapa sih kamu enggak pernah bantu aku?” Mungkin maksud sebenarnya adalah, ”Aku merasa kamu kurang perhatian sama aku.” Cobalah pahami makna kata-katanya, walaupun bukan itu yang dia katakan. Dengan begitu, Anda akan bisa menangkap maksudnya, dan bukannya mempermasalahkan kata-katanya.
Dengarkan sampai selesai. Meski Anda tidak suka pada apa yang dia katakan, jangan bersikap masa bodoh atau langsung pergi. Misalnya, bagaimana kalau dia sedang mengeluh tentang Anda? Gregory, yang telah menikah selama lebih dari 60 tahun, memberikan saran ini, ”Dengarkan saja. Tunjukkan bahwa Anda mau mendengarkan pendapatnya. Memang ­tidak gampang, tapi itu ada manfaatnya.”
Tunjukkan bahwa Anda benar-benar peduli. Mendengarkan sungguh-sungguh bukan hanya soal keahlian, tapi itu bukti bahwa Anda menyayanginya. Jika Anda benar-benar peduli padanya, mendengarkan akan jadi lebih mudah. Itu berarti Anda mengikuti anjuran dalam Kitab Suci, ”Perhatikanlah kepentingan orang lain; jangan hanya kepentingan diri sendiri.”

RINGKASAN

Kalau Anda berupaya bicara saat teman hidup Anda ada di ruangan sebelah atau sedang melakukan hal lain, ia mungkin tidak akan benar-benar mendengarkan. Lebih baik tunggu sampai dia bisa konsentrasi mendengarkan atau cari kesempatan lain.


0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com